GLIO bersifat hiperparasit terhadap patogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan tanaman , sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu gliofanol dan viridin akan mematikan patogen penyebab penyakit tanaman dan GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan patogenan.
![]() |
| Natural GLIO Wil Jawa : 40.000 Wil I : 42.000 Wil II: 43.000 Wil III: 44.000 Wil IV: 47.000 |
Sasaran Tanaman
|
Pathogen ( Sumbar infeksi penyakit)
|
Cabai, tomat, kubis, terong, bawang merah, bawang daun, semangka, melon, apel, anggur, kapas, anggrek, tembakau, sawit, kakau, panili, lada, pisang, jahe, karet, cengkeh, kopi dll
|
Fungsi atau sasaran utama:
- Rebah semai (Phitium sp, Rizoctonia sp, Sclerotium sp)
- Penyakit layu (fusarium sp, Psedomonas sp)
Fungsi atau sasaran lainnya :
- Penyakit antraknosa (Colletrotichum sp, Gloesporium)
- Akar gada/ bengkak (Plasmodiphora sp)
|
- Penggunaan langsung, pada tanaman holtikultura dan pangan di beri 1-2gr tiap tanaman pada tanaman yang akan di tanami.
- Penggunaan bersama pupuk kandang (lebih di anjurkan) 1 bungkus GLIO di campur pupuk kandang / kompos 25-50kg diamkan 1 minggu dalam kondisi lembap, baru kemudian di jadikan pupuk dasar.
- Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi serangan patogen, maka 1 bungkus GLIO di campur pupuk kandang matang atau kompos 2-3kg lalu diamkan 1 minggu baru di gunakan, dosis 2-3sendok makan pada tanaman pada tanaman terserang
Catatan : waktu pemberian GLIO pada sore hari
Peringatan :
1.Jangan di campur pestisida lain
2. Simpan di tempat yang sejuk (suhu 25-30C) dan terlindungi dari sinar matahari langsung.



0 Response to "Agen Hayati Natural Glio"
Posting Komentar